Kolaborasi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melahirkan TBRS Untuk (K)ITA, sebuah acara yang mengusung konsep kerjasama untuk kesejahteraan masyarakat. Program ini, yang dipimpin oleh Dinas Ketahanan Pangan dengan program Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman (Pak Rahman), bertujuan untuk menyediakan bahan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat. Mitra-mitra seperti Badan Usaha Milik Petani (BUMP), Bulog, ID Food, gabungan kelompok tani (gapoktan), Freshmart, Indoguna, beberapa mitra swasta, dan pelaku-pelaku pangan lokal turut berkontribusi dalam menyediakan pasokan bahan pokok tersebut.
Sekretaris Daerah Kota Semarang, Iswar Aminuddin, menegaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memastikan bahwa semua kebutuhan pangan masyarakat dapat terjangkau, tidak hanya menjelang Ramadan, tetapi juga menjelang perayaan Idul Fitri. Selain itu, kegiatan ini juga diintegrasikan dengan berbagai acara lainnya untuk menciptakan suasana yang lebih meriah.
Selain gelar pangan murah, beragam kegiatan lain turut diadakan di TBRS dengan konsep Gelar TBRS untuk (K)ITA, yang meramaikan suasana dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Di antara kegiatan tersebut adalah :
- Gelar Pangan Murah Jelang Ramadan
- Pasar Tani Lokal
- Lomba Kicau Burung oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) dengan partisipasi 500 peserta.
- Lomba Mural oleh Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Pemkot Semarang yang diikuti oleh 150 peserta di Wonderia.
- Lomba Situasi Komedi dari Dinas Ketahanan Pangan melibatkan 72 kader keamanan pasar.
- Bazar UMKM yang menampilkan 40 peserta dan didukung oleh Dinas Koperasi dan UMKM.
- Pameran Hidroponik oleh Dinas Pertanian.
- Program Lawang Sewu berupa Cek Kesehatan dan Vaksinasi oleh Dinas Kesehatan.
- Lomba Makan Kenyang Saja Dapat Hadiah oleh Bapenda.
- Dinas Pendidikan juga turut berperan aktif dengan menggelar berbagai perlombaan seperti Lomba Gerak Lagu Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) diikuti oleh 320 peserta, Gelar Karya P5 SD dengan 58 peserta, Lomba Masak (Lomba Masak Urban Farming) dengan 90 peserta, dan Lomba Yel-Yel/Lomba Supporter/Lomba Pemandu Sorak dengan 320 peserta.
Salah satu hal yang menarik perhatian adalah berjejernya stand-stand dari berbagai sekolah dasar yang memamerkan hasil karya (P5) para siswa, mulai dari hasil urban farming hingga miniatur tempat ibadah. Inisiatif semacam ini tidak hanya memberikan wadah bagi para pelajar untuk berkreasi, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan keterlibatan masyarakat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Dengan adanya Gelar Pangan Murah (GPM) TBRS untuk (K)ITA, diharapkan dapat terus merangsang pertumbuhan ekonomi di Kota Semarang serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Kolaborasi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melahirkan TBRS Untuk (K)ITA, sebuah acara yang mengusung konsep kerjasama untuk kesejahteraan masyarakat. Program ini, yang dipimpin oleh Dinas Ketahanan Pangan dengan program Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman (Pak Rahman), bertujuan untuk menyediakan bahan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat. Mitra-mitra seperti Badan Usaha Milik Petani (BUMP), Bulog, ID Food, gabungan kelompok tani (gapoktan), Freshmart, Indoguna, beberapa mitra swasta, dan pelaku-pelaku pangan lokal turut berkontribusi dalam menyediakan pasokan bahan pokok tersebut.
Sekretaris Daerah Kota Semarang, Iswar Aminuddin, menegaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memastikan bahwa semua kebutuhan pangan masyarakat dapat terjangkau, tidak hanya menjelang Ramadan, tetapi juga menjelang perayaan Idul Fitri. Selain itu, kegiatan ini juga diintegrasikan dengan berbagai acara lainnya untuk menciptakan suasana yang lebih meriah.
Selain gelar pangan murah, beragam kegiatan lain turut diadakan di TBRS dengan konsep Gelar TBRS untuk (K)ITA, yang meramaikan suasana dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Di antara kegiatan tersebut adalah :
- Gelar Pangan Murah Jelang Ramadan
- Pasar Tani Lokal
- Lomba Kicau Burung oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) dengan partisipasi 500 peserta.
- Lomba Mural oleh Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Pemkot Semarang yang diikuti oleh 150 peserta di Wonderia.
- Lomba Situasi Komedi dari Dinas Ketahanan Pangan melibatkan 72 kader keamanan pasar.
- Bazar UMKM yang menampilkan 40 peserta dan didukung oleh Dinas Koperasi dan UMKM.
- Pameran Hidroponik oleh Dinas Pertanian.
- Program Lawang Sewu berupa Cek Kesehatan dan Vaksinasi oleh Dinas Kesehatan.
- Lomba Makan Kenyang Saja Dapat Hadiah oleh Bapenda.
- Dinas Pendidikan juga turut berperan aktif dengan menggelar berbagai perlombaan seperti Lomba Gerak Lagu Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) diikuti oleh 320 peserta, Gelar Karya P5 SD dengan 58 peserta, Lomba Masak (Lomba Masak Urban Farming) dengan 90 peserta, dan Lomba Yel-Yel/Lomba Supporter/Lomba Pemandu Sorak dengan 320 peserta.
Salah satu hal yang menarik perhatian adalah berjejernya stand-stand dari berbagai sekolah dasar yang memamerkan hasil karya (P5) para siswa, mulai dari hasil urban farming hingga miniatur tempat ibadah. Inisiatif semacam ini tidak hanya memberikan wadah bagi para pelajar untuk berkreasi, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan keterlibatan masyarakat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Dengan adanya Gelar Pangan Murah (GPM) TBRS untuk (K)ITA, diharapkan dapat terus merangsang pertumbuhan ekonomi di Kota Semarang serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.