Semarang Introducing Market 2021 tak hanya sekadar ajang pameran, namun juga menjadi momentum penting sebagai puncak pembinaan gerakan koperasi dan pelaku usaha mikro di Kota Semarang. Salah satu inisiatif terbaru adalah pembentukan forum Gerai Kopimi (Gerakan Terintegrasi Masyarakat Koperasi dan Usaha Mikro), yang bertujuan untuk memperkuat sinergi antara pelaku usaha kecil dan koperasi dalam menghadapi berbagai tantangan di era ekonomi digital.
Acara yang berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 26 hingga 28 November 2021, menyajikan sepuluh klaster usaha yang beragam, mencakup berbagai sektor seperti olahan pangan, rajut, kriya, fashion, dan pariwisata. Dengan demikian, Semarang Introducing Market menjadi wadah yang tepat bagi para pengusaha mikro untuk memamerkan produk-produk unggulannya serta menjalin kerja sama dengan pihak-pihak terkait.
Pembukaan acara ini menjadi semakin meriah dengan kehadiran berbagai pihak, termasuk Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, perwakilan organisasi perangkat daerah, Bank Jateng, dan yayasan Sam Poo Kong. Sinergi antara pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam memajukan sektor UMKM di Kota Semarang.
Sebanyak 70 stand turut berpartisipasi dalam acara ini, yang terdiri dari koperasi, UMKM dari seluruh kecamatan di Kota Semarang, serta kelompok difabel. Kehadiran UMKM dari berbagai kecamatan, seperti Kecamatan Candisari Semarang (termasuk Kelurahan Candi, Jatingaleh, Karanganyar Gunung, Jomblang, Kaliwiru, Wonotingal, dan Tegalsari), menjadi bukti nyata akan semangat dan potensi yang dimiliki oleh pelaku usaha mikro di tingkat lokal.
Semarang Introducing Market 2021 tidak hanya menjadi ajang promosi dan penjualan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat koneksi antar-pelaku usaha mikro dan koperasi, serta meningkatkan pemahaman akan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin ketat. Dengan demikian, diharapkan acara ini akan menjadi tonggak baru dalam mengakselerasi pertumbuhan dan pemberdayaan UMKM di Kota Semarang.
Semarang Introducing Market 2021 tak hanya sekadar ajang pameran, namun juga menjadi momentum penting sebagai puncak pembinaan gerakan koperasi dan pelaku usaha mikro di Kota Semarang. Salah satu inisiatif terbaru adalah pembentukan forum Gerai Kopimi (Gerakan Terintegrasi Masyarakat Koperasi dan Usaha Mikro), yang bertujuan untuk memperkuat sinergi antara pelaku usaha kecil dan koperasi dalam menghadapi berbagai tantangan di era ekonomi digital.
Acara yang berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 26 hingga 28 November 2021, menyajikan sepuluh klaster usaha yang beragam, mencakup berbagai sektor seperti olahan pangan, rajut, kriya, fashion, dan pariwisata. Dengan demikian, Semarang Introducing Market menjadi wadah yang tepat bagi para pengusaha mikro untuk memamerkan produk-produk unggulannya serta menjalin kerja sama dengan pihak-pihak terkait.
Pembukaan acara ini menjadi semakin meriah dengan kehadiran berbagai pihak, termasuk Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, perwakilan organisasi perangkat daerah, Bank Jateng, dan yayasan Sam Poo Kong. Sinergi antara pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam memajukan sektor UMKM di Kota Semarang.
Sebanyak 70 stand turut berpartisipasi dalam acara ini, yang terdiri dari koperasi, UMKM dari seluruh kecamatan di Kota Semarang, serta kelompok difabel. Kehadiran UMKM dari berbagai kecamatan, seperti Kecamatan Candisari Semarang (termasuk Kelurahan Candi, Jatingaleh, Karanganyar Gunung, Jomblang, Kaliwiru, Wonotingal, dan Tegalsari), menjadi bukti nyata akan semangat dan potensi yang dimiliki oleh pelaku usaha mikro di tingkat lokal.
Semarang Introducing Market 2021 tidak hanya menjadi ajang promosi dan penjualan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat koneksi antar-pelaku usaha mikro dan koperasi, serta meningkatkan pemahaman akan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin ketat. Dengan demikian, diharapkan acara ini akan menjadi tonggak baru dalam mengakselerasi pertumbuhan dan pemberdayaan UMKM di Kota Semarang.