Pameran MTQ Nasional XXXI di Semarang Libatkan 150 UMKM dari 35 Provinsi, Tembus Pasar Nasional


Admin Danar Food 1 bulan yang lalu

150 UMKM dari 35 provinsi meramaikan MTQ Nasional XXXI di Semarang. Pameran UMKM Nusantara jadi peluang tembus pasar nasional.
Pameran MTQ Nasional XXXI di Semarang Libatkan 150 UMKM dari 35 Provinsi, Tembus Pasar Nasional
SEMARANG - Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Jawa Tengah menjadi momentum bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperluas pasar. Digelar di Kota Semarang pada 11-20 September 2026, MTQ Nasional XXXI tidak hanya menjadi ajang perlombaan dan syiar Al-Qur’an, tetapi juga menghadirkan pameran produk unggulan dan bazar UMKM Nusantara.
Sekitar 150 UMKM dari 35 provinsi di Indonesia ambil bagian dalam pameran yang dipusatkan di kawasan Gama Plaza atau area parkir eks E Plaza, Simpang Lima, Kota Semarang. Kehadiran pelaku UMKM dari berbagai daerah membuka peluang promosi, transaksi, pertukaran produk, serta pasar baru, sehingga MTQ Nasional XXXI 2026 turut menjadi ruang strategis untuk mendorong pertumbuhan dan penguatan UMKM Indonesia.
 
MTQ Nasional XXXI Jadi Ruang Promosi UMKM Se-Indonesia
MTQ Nasional XXXI tidak hanya menjadi ajang syiar dan kompetisi seni baca Al-Qur’an, tetapi juga membuka ruang promosi bagi pelaku UMKM dari berbagai daerah di Indonesia. Pameran UMKM dalam rangkaian kegiatan MTQ Nasional XXXI akan mempertemukan produk-produk unggulan dari berbagai provinsi dalam satu kawasan.
 
Kehadiran UMKM tersebut menjadi kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk khas daerah kepada masyarakat Semarang, kafilah, official, panitia, hingga tamu dari berbagai wilayah Indonesia. Produk yang ditampilkan diharapkan dapat membuka peluang promosi dan memperluas pasar bagi pelaku UMKM.
 
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan keterlibatan UMKM dari seluruh Nusantara merupakan bagian dari komitmen Jawa Tengah sebagai tuan rumah MTQ Nasional XXXI yang terbuka dan inklusif. Jawa Tengah, kata dia, tidak ingin hanya mengambil manfaat dari penyelenggaraan kegiatan nasional tersebut.
 
“Kita enggak pengin maju sendiri. Kita juga pengin mengenalkan UMKM yang ada di seluruh Nusantara ini,” kata Taj Yasin setelah menghadiri Malam Taaruf MTQ Nasional XXXI di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat malam, 11 September 2026.
 
Taj Yasin yang juga Ketua Panitia sekaligus Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Jawa Tengah menilai bazar UMKM menjadi salah satu agenda penting dalam penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI. Melalui kegiatan ini, MTQ Nasional diharapkan tidak hanya memperkuat syiar Al-Qur’an, tetapi juga menjadi momentum memperkenalkan potensi ekonomi dan produk unggulan dari berbagai daerah di Indonesia.
 
Manfaat Pameran UMKM bagi Pelaku Usaha
Keterlibatan UMKM dalam MTQ Nasional XXXI memberikan sejumlah peluang, antara lain :
- Memperkenalkan produk daerah kepada konsumen dari berbagai provinsi.
- Membuka jaringan bisnis baru antarpelaku UMKM.
- Memperluas peluang pemasaran di luar daerah.
- Mendorong transaksi langsung selama penyelenggaraan MTQ.
- Memperkenalkan produk khas daerah sebagai oleh-oleh.
- Membuka peluang kerja sama bisnis setelah acara selesai.
- Mendorong UMKM lokal naik kelas dan memiliki pasar nasional.
 
Dengan konsep tersebut, MTQ Nasional XXXI di Semarang menjadi wadah kolaborasi ekonomi antardaerah. Produk UMKM tidak hanya dipamerkan, tetapi juga berpotensi mendapatkan konsumen baru dari luar wilayah asalnya.
 
Sekitar 11 Ribu Orang Hadir di MTQ Nasional XXXI, Jadi Peluang Pasar Besar
Sekitar 11 ribu orang yang terdiri dari kontingen, panitia pusat, dan official dijadwalkan hadir dalam rangkaian MTQ Nasional XXXI di Semarang. Jumlah tersebut belum termasuk masyarakat lokal dan wisatawan yang datang untuk mengikuti maupun menyaksikan berbagai kegiatan pendukung MTQ.
 
Kehadiran ribuan orang dari berbagai daerah menjadi peluang ekonomi bagi pelaku usaha di Kota Semarang. Momentum ini dapat dimanfaatkan UMKM untuk memperkenalkan berbagai produk unggulan, mulai dari kuliner, batik, fesyen muslim, kerajinan, hingga produk kreatif khas Semarang.
 
Pasar yang terbentuk selama pelaksanaan MTQ Nasional XXXI tidak hanya berpotensi menghasilkan transaksi selama acara berlangsung. Produk UMKM dengan kualitas baik dan kemasan menarik juga berpeluang dibawa pulang sebagai oleh-oleh serta dikenalkan kepada konsumen di berbagai daerah.
 
Dengan jumlah pengunjung yang besar, MTQ Nasional XXXI di Semarang dapat menjadi momentum strategis bagi UMKM lokal untuk memperluas pasar, meningkatkan penjualan, sekaligus memperkenalkan produk khas Semarang kepada masyarakat dari luar daerah.
 
Pemkot Semarang Siapkan Ruang Promosi UMKM
Pemerintah Kota Semarang juga menyiapkan sejumlah ruang promosi untuk memastikan UMKM lokal ikut mendapatkan manfaat ekonomi dari MTQ Nasional XXXI.
 
Beberapa kegiatan yang menjadi bagian dari Semarak MTQ Nasional antara lain :
- Halal Food Festival di kawasan Plaza Simpang Lima.
- Mini Dugderan.
- Expo Kaligrafi.
- Fashion Show Islami.
- Batik Muslim Awards.
- Lomba Rebana Tingkat Nasional di TBRS.
- Pameran produk UMKM dan kerajinan.
- Bazar kuliner dan pasar rakyat.
 
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan MTQ Nasional harus memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat, termasuk pelaku UMKM.
 
Menurutnya, produk lokal harus mampu tampil dengan kualitas yang baik, memenuhi standar, memiliki kemasan menarik, serta mempunyai daya saing agar peluang pasar nasional dapat ditangkap secara maksimal.
 
100 Sertifikat Halal untuk Perkuat Produk UMKM
Pemkot Semarang juga melakukan sejumlah persiapan agar produk UMKM lebih siap menghadapi pasar yang semakin luas.
 
Melalui program Waras Ekonomi, pemerintah memfasilitasi penerbitan 100 sertifikat halal untuk sektor batik, kriya, dan kuliner.
 
Selain itu, sebanyak 50 sertifikat TKDN diberikan kepada 20 UMKM. Upaya tersebut menjadi bagian dari penguatan kapasitas pelaku usaha agar produk lokal memiliki legalitas dan daya saing yang lebih baik.
 
Program Waras Ekonomi juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem UMKM melalui :
- Pendataan pelaku usaha.
- Kurasi produk.
- Pelatihan bisnis.
- Pembukaan akses pasar.
- Business matching.
- Penyediaan katalog produk unggulan.
- Promosi produk kerajinan dan UMKM lokal.
 
Persiapan tersebut penting agar momentum MTQ Nasional tidak berhenti pada transaksi sesaat. Produk yang diperkenalkan selama acara diharapkan dapat terus dipasarkan setelah perhelatan nasional berakhir.
 
Semarang Halal Fest Hadirkan 45 UMKM Kuliner Pilihan
Semarang Halal Fest menjadi salah satu kegiatan yang menarik perhatian masyarakat dengan menghadirkan Halal Food Fest dan pameran produk UMKM. Acara ini berlangsung di Hall Plaza Simpang Lima Semarang, lantai dasar, pada 12-19 September 2026 pukul 10.00-21.00 WIB.
 
Sedikitnya 45 UMKM kuliner pilihan yang telah melalui proses kurasi makanan halal turut meramaikan Semarang Halal Fest. Kehadiran puluhan pelaku usaha tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati sekaligus mengenal beragam produk kuliner UMKM.
 
Selain Halal Food Fest, pengunjung juga dapat melihat pameran IKM batik, Muslim Fashion Award, serta berbagai produk Dekranasda. Beragam kegiatan tersebut membuat Semarang Halal Fest tidak hanya menjadi ajang kuliner, tetapi juga ruang promosi bagi produk lokal dan industri kreatif.
 
Semarang Halal Fest terbuka untuk masyarakat umum dan gratis tanpa tiket masuk. Masyarakat dapat mengunjungi lokasi selama periode acara untuk menikmati kuliner halal sekaligus melihat berbagai produk unggulan UMKM dan industri kreatif Semarang.
 
Bazar UMKM Nusantara di Gama Plaza
Selain Semarang Halal Fest, masyarakat dapat mengunjungi Pameran Produk Unggulan dan Bazar UMKM Nusantara di Gama Plaza atau area parkir eks E Plaza di kawasan Simpang Lima.
 
Pameran tersebut mulai dibuka pada Sabtu, 12 September 2026, selama rangkaian MTQ Nasional berlangsung.
 
Sekitar 150 stan dari perwakilan 35 provinsi akan menghadirkan berbagai produk unggulan Nusantara.
 
Pengunjung dapat menemukan :
- Produk kriya dan kerajinan tangan.
- Produk kuliner dan makanan khas daerah.
- Oleh-oleh dari berbagai provinsi.
- Produk Dekranasda.
- Aksesori dan kerajinan berbahan tembaga.
- Produk kreatif berbahan limbah.
- Pakaian muslim.
- Batik lokal dan batik daerah.
- Produk fesyen dan ekonomi kreatif.
 
Kuliner Khas Semarang Ikut Jadi Daya Tarik
Bagi pengunjung yang ingin berburu kuliner, kawasan Simpang Lima menjadi salah satu lokasi yang menarik selama MTQ Nasional XXXI.
 
Sejumlah kuliner khas Semarang dan Jawa Tengah yang dapat menjadi pilihan antara lain :
- Lunpia.
- Tahu petis.
- Bandeng presto.
- Wingko babat.
- Moaci.
- Roti ganjel rel.
- Aneka jajanan pasar.
- Beragam makanan dan minuman dari UMKM binaan Kota Semarang.
 
Kehadiran kuliner khas tersebut bukan hanya memberikan pilihan konsumsi bagi pengunjung. Produk makanan juga dapat menjadi media promosi budaya dan identitas daerah.
 
MTQ Nasional XXXI di Semarang Bukan Sekadar Kompetisi Keagamaan
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menilai Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) di Indonesia telah berkembang jauh melampaui kompetisi membaca Al-Qur’an. MTQ kini menjadi bagian dari tradisi masyarakat yang digelar secara berjenjang, mulai dari tingkat lokal hingga nasional.
 
Besarnya partisipasi masyarakat terlihat dalam penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI di Semarang. Pada tahun ini, jumlah peserta disebut menjadi yang terbanyak sepanjang pelaksanaan MTQ Nasional. Kondisi tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap ajang keagamaan berskala nasional ini.
 
Pembukaan MTQ Nasional XXXI juga direncanakan dihadiri sedikitnya 17 gubernur. Sementara itu, sejumlah kepala daerah lainnya dijadwalkan hadir dengan diwakili oleh pejabat terkait.
 
Nasaruddin Umar turut mengapresiasi kesiapan Jawa Tengah sebagai tuan rumah MTQ Nasional XXXI. Ajang ini kembali digelar di Semarang setelah 47 tahun, sehingga menjadi momentum penting bagi daerah dalam menyambut peserta dan tamu dari berbagai wilayah Indonesia.
 
Menurut Nasaruddin, kehadiran banyak kepala daerah sejak Malam Taaruf menjadi sinyal positif bagi penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI. Antusiasme tersebut sekaligus memperkuat posisi MTQ sebagai kegiatan keagamaan yang memiliki nilai sosial dan kebersamaan bagi masyarakat.
 
MTQ Nasional XXXI Diharapkan Menggerakkan Ekonomi Lokal Semarang
 
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Abu Rokhmad mengatakan MTQ Nasional XXXI di Semarang memiliki sejumlah instrumen strategis yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Ajang ini tidak hanya menjadi sarana syiar dan meningkatkan pemahaman terhadap Al-Qur’an, tetapi juga berpotensi memberikan dampak ekonomi.
 
Menurut Abu Rokhmad, MTQ dapat menjadi instrumen pengembangan dan pemberdayaan ekonomi lokal. Potensi tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan pendukung yang melibatkan pelaku usaha dan masyarakat setempat.
 
Pemberdayaan ekonomi selama MTQ dapat dilakukan melalui ekspo UMKM, kunjungan pariwisata, kuliner, bazar, festival, hingga pasar rakyat yang mengutamakan produk lokal. Berbagai kegiatan tersebut dapat membuka peluang transaksi sekaligus memperkenalkan produk daerah kepada peserta dan pengunjung dari berbagai wilayah.
 
Pengalaman penyelenggaraan MTQ sebelumnya di Kendari menjadi salah satu contoh bahwa kegiatan berskala nasional dapat mendorong perputaran ekonomi daerah. Kehadiran peserta, pendamping, panitia, dan masyarakat dapat menciptakan permintaan terhadap berbagai kebutuhan selama acara berlangsung.
 
Dengan jumlah peserta dan pengunjung yang besar, MTQ Nasional XXXI di Semarang diharapkan memberikan efek serupa bagi perekonomian Kota Semarang. Pelaku UMKM, sektor kuliner, pariwisata, dan usaha berbasis produk lokal berpeluang memperoleh manfaat dari momentum penyelenggaraan MTQ tersebut.
 
Tantangan UMKM Semarang Setelah MTQ Nasional XXXI Berakhir
Besarnya jumlah peserta dan pengunjung MTQ Nasional XXXI di Semarang menjadi peluang besar bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar. Namun, tantangan berikutnya adalah mempertahankan konsumen setelah rangkaian kegiatan MTQ berakhir.
 
Promosi selama acara perlu dilanjutkan dengan strategi pemasaran yang berkelanjutan. UMKM harus memastikan kualitas produk, kemasan, kapasitas produksi, legalitas usaha, hingga pelayanan tetap terjaga agar konsumen yang diperoleh selama MTQ dapat menjadi pelanggan dalam jangka panjang.
 
Jika strategi tersebut berjalan baik, MTQ Nasional XXXI tidak hanya menjadi pasar sesaat bagi UMKM. Momentum ini dapat menjadi pintu masuk bagi pelaku usaha di Semarang dan daerah lain untuk mendapatkan pelanggan baru dari berbagai wilayah Indonesia.
 
Dengan melibatkan sekitar 150 UMKM dari 35 provinsi, MTQ Nasional XXXI di Semarang pada akhirnya tidak sekadar menjadi agenda keagamaan. Perhelatan ini juga mempertemukan syiar Al-Qur’an, budaya, pariwisata, ekonomi kreatif, kuliner, dan perdagangan dalam satu momentum nasional.
 
MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang menjadi kesempatan bagi UMKM Indonesia untuk tampil, memperkenalkan produk, mencari pasar baru, dan membangun jaringan bisnis yang lebih luas.
 
Kesimpulan
MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang tidak hanya menjadi momentum syiar dan kompetisi keagamaan, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk mendorong pertumbuhan UMKM, ekonomi kreatif, dan perekonomian daerah. Keterlibatan sekitar 150 UMKM dari 35 provinsi membuka peluang promosi, transaksi, perluasan jaringan, serta pemasaran produk unggulan Nusantara ke pasar yang lebih luas.
 
Dengan hadirnya sekitar 11 ribu kontingen, official, panitia, dan masyarakat, rangkaian MTQ memberikan potensi pasar yang besar bagi UMKM lokal maupun daerah. Berbagai kegiatan seperti pameran UMKM Nusantara, Semarang Halal Fest, bazar kuliner, fashion, batik, dan kerajinan semakin memperkuat peran MTQ sebagai wadah pertemuan antara budaya, agama, pariwisata, dan ekonomi.
 
Pemerintah juga mendorong peningkatan daya saing UMKM melalui sertifikasi halal, TKDN, kurasi produk, pelatihan, business matching, serta pembukaan akses pasar. Langkah tersebut penting agar manfaat MTQ tidak berhenti pada transaksi selama acara, tetapi berlanjut menjadi peluang bisnis dan pelanggan baru setelah kegiatan berakhir.
 
Dengan demikian, MTQ Nasional XXXI di Semarang menjadi momentum penting bagi UMKM untuk naik kelas dan menembus pasar nasional. Keberhasilan jangka panjangnya sangat bergantung pada kemampuan pelaku usaha mempertahankan kualitas, legalitas, kemasan, kapasitas produksi, dan strategi pemasaran secara berkelanjutan setelah perhelatan nasional tersebut selesai.
Sekitar 150 UMKM dari 35 provinsi di Indonesia ambil bagian dalam pameran yang dipusatkan di kawasan Gama Plaza atau area parkir eks E Plaza, Simpang Lima, Kota Semarang. Kehadiran pelaku UMKM dari berbagai daerah membuka peluang promosi, transaksi, pertukaran produk, serta pasar baru, sehingga MTQ Nasional XXXI 2026 turut menjadi ruang strategis untuk mendorong pertumbuhan dan penguatan UMKM Indonesia.
 
MTQ Nasional XXXI Jadi Ruang Promosi UMKM Se-Indonesia
MTQ Nasional XXXI tidak hanya menjadi ajang syiar dan kompetisi seni baca Al-Qur’an, tetapi juga membuka ruang promosi bagi pelaku UMKM dari berbagai daerah di Indonesia. Pameran UMKM dalam rangkaian kegiatan MTQ Nasional XXXI akan mempertemukan produk-produk unggulan dari berbagai provinsi dalam satu kawasan.
 
Kehadiran UMKM tersebut menjadi kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk khas daerah kepada masyarakat Semarang, kafilah, official, panitia, hingga tamu dari berbagai wilayah Indonesia. Produk yang ditampilkan diharapkan dapat membuka peluang promosi dan memperluas pasar bagi pelaku UMKM.
 
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan keterlibatan UMKM dari seluruh Nusantara merupakan bagian dari komitmen Jawa Tengah sebagai tuan rumah MTQ Nasional XXXI yang terbuka dan inklusif. Jawa Tengah, kata dia, tidak ingin hanya mengambil manfaat dari penyelenggaraan kegiatan nasional tersebut.
 
“Kita enggak pengin maju sendiri. Kita juga pengin mengenalkan UMKM yang ada di seluruh Nusantara ini,” kata Taj Yasin setelah menghadiri Malam Taaruf MTQ Nasional XXXI di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat malam, 11 September 2026.
 
Taj Yasin yang juga Ketua Panitia sekaligus Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Jawa Tengah menilai bazar UMKM menjadi salah satu agenda penting dalam penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI. Melalui kegiatan ini, MTQ Nasional diharapkan tidak hanya memperkuat syiar Al-Qur’an, tetapi juga menjadi momentum memperkenalkan potensi ekonomi dan produk unggulan dari berbagai daerah di Indonesia.
 
Manfaat Pameran UMKM bagi Pelaku Usaha
Keterlibatan UMKM dalam MTQ Nasional XXXI memberikan sejumlah peluang, antara lain :
- Memperkenalkan produk daerah kepada konsumen dari berbagai provinsi.
- Membuka jaringan bisnis baru antarpelaku UMKM.
- Memperluas peluang pemasaran di luar daerah.
- Mendorong transaksi langsung selama penyelenggaraan MTQ.
- Memperkenalkan produk khas daerah sebagai oleh-oleh.
- Membuka peluang kerja sama bisnis setelah acara selesai.
- Mendorong UMKM lokal naik kelas dan memiliki pasar nasional.
 
Dengan konsep tersebut, MTQ Nasional XXXI di Semarang menjadi wadah kolaborasi ekonomi antardaerah. Produk UMKM tidak hanya dipamerkan, tetapi juga berpotensi mendapatkan konsumen baru dari luar wilayah asalnya.
 
Sekitar 11 Ribu Orang Hadir di MTQ Nasional XXXI, Jadi Peluang Pasar Besar
Sekitar 11 ribu orang yang terdiri dari kontingen, panitia pusat, dan official dijadwalkan hadir dalam rangkaian MTQ Nasional XXXI di Semarang. Jumlah tersebut belum termasuk masyarakat lokal dan wisatawan yang datang untuk mengikuti maupun menyaksikan berbagai kegiatan pendukung MTQ.
 
Kehadiran ribuan orang dari berbagai daerah menjadi peluang ekonomi bagi pelaku usaha di Kota Semarang. Momentum ini dapat dimanfaatkan UMKM untuk memperkenalkan berbagai produk unggulan, mulai dari kuliner, batik, fesyen muslim, kerajinan, hingga produk kreatif khas Semarang.
 
Pasar yang terbentuk selama pelaksanaan MTQ Nasional XXXI tidak hanya berpotensi menghasilkan transaksi selama acara berlangsung. Produk UMKM dengan kualitas baik dan kemasan menarik juga berpeluang dibawa pulang sebagai oleh-oleh serta dikenalkan kepada konsumen di berbagai daerah.
 
Dengan jumlah pengunjung yang besar, MTQ Nasional XXXI di Semarang dapat menjadi momentum strategis bagi UMKM lokal untuk memperluas pasar, meningkatkan penjualan, sekaligus memperkenalkan produk khas Semarang kepada masyarakat dari luar daerah.
 
Pemkot Semarang Siapkan Ruang Promosi UMKM
Pemerintah Kota Semarang juga menyiapkan sejumlah ruang promosi untuk memastikan UMKM lokal ikut mendapatkan manfaat ekonomi dari MTQ Nasional XXXI.
 
Beberapa kegiatan yang menjadi bagian dari Semarak MTQ Nasional antara lain :
- Halal Food Festival di kawasan Plaza Simpang Lima.
- Mini Dugderan.
- Expo Kaligrafi.
- Fashion Show Islami.
- Batik Muslim Awards.
- Lomba Rebana Tingkat Nasional di TBRS.
- Pameran produk UMKM dan kerajinan.
- Bazar kuliner dan pasar rakyat.
 
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan MTQ Nasional harus memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat, termasuk pelaku UMKM.
 
Menurutnya, produk lokal harus mampu tampil dengan kualitas yang baik, memenuhi standar, memiliki kemasan menarik, serta mempunyai daya saing agar peluang pasar nasional dapat ditangkap secara maksimal.
 
100 Sertifikat Halal untuk Perkuat Produk UMKM
Pemkot Semarang juga melakukan sejumlah persiapan agar produk UMKM lebih siap menghadapi pasar yang semakin luas.
 
Melalui program Waras Ekonomi, pemerintah memfasilitasi penerbitan 100 sertifikat halal untuk sektor batik, kriya, dan kuliner.
 
Selain itu, sebanyak 50 sertifikat TKDN diberikan kepada 20 UMKM. Upaya tersebut menjadi bagian dari penguatan kapasitas pelaku usaha agar produk lokal memiliki legalitas dan daya saing yang lebih baik.
 
Program Waras Ekonomi juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem UMKM melalui :
- Pendataan pelaku usaha.
- Kurasi produk.
- Pelatihan bisnis.
- Pembukaan akses pasar.
- Business matching.
- Penyediaan katalog produk unggulan.
- Promosi produk kerajinan dan UMKM lokal.
 
Persiapan tersebut penting agar momentum MTQ Nasional tidak berhenti pada transaksi sesaat. Produk yang diperkenalkan selama acara diharapkan dapat terus dipasarkan setelah perhelatan nasional berakhir.
 
Semarang Halal Fest Hadirkan 45 UMKM Kuliner Pilihan
Semarang Halal Fest menjadi salah satu kegiatan yang menarik perhatian masyarakat dengan menghadirkan Halal Food Fest dan pameran produk UMKM. Acara ini berlangsung di Hall Plaza Simpang Lima Semarang, lantai dasar, pada 12-19 September 2026 pukul 10.00-21.00 WIB.
 
Sedikitnya 45 UMKM kuliner pilihan yang telah melalui proses kurasi makanan halal turut meramaikan Semarang Halal Fest. Kehadiran puluhan pelaku usaha tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati sekaligus mengenal beragam produk kuliner UMKM.
 
Selain Halal Food Fest, pengunjung juga dapat melihat pameran IKM batik, Muslim Fashion Award, serta berbagai produk Dekranasda. Beragam kegiatan tersebut membuat Semarang Halal Fest tidak hanya menjadi ajang kuliner, tetapi juga ruang promosi bagi produk lokal dan industri kreatif.
 
Semarang Halal Fest terbuka untuk masyarakat umum dan gratis tanpa tiket masuk. Masyarakat dapat mengunjungi lokasi selama periode acara untuk menikmati kuliner halal sekaligus melihat berbagai produk unggulan UMKM dan industri kreatif Semarang.
 
Bazar UMKM Nusantara di Gama Plaza
Selain Semarang Halal Fest, masyarakat dapat mengunjungi Pameran Produk Unggulan dan Bazar UMKM Nusantara di Gama Plaza atau area parkir eks E Plaza di kawasan Simpang Lima.
 
Pameran tersebut mulai dibuka pada Sabtu, 12 September 2026, selama rangkaian MTQ Nasional berlangsung.
 
Sekitar 150 stan dari perwakilan 35 provinsi akan menghadirkan berbagai produk unggulan Nusantara.
 
Pengunjung dapat menemukan :
- Produk kriya dan kerajinan tangan.
- Produk kuliner dan makanan khas daerah.
- Oleh-oleh dari berbagai provinsi.
- Produk Dekranasda.
- Aksesori dan kerajinan berbahan tembaga.
- Produk kreatif berbahan limbah.
- Pakaian muslim.
- Batik lokal dan batik daerah.
- Produk fesyen dan ekonomi kreatif.
 
Kuliner Khas Semarang Ikut Jadi Daya Tarik
Bagi pengunjung yang ingin berburu kuliner, kawasan Simpang Lima menjadi salah satu lokasi yang menarik selama MTQ Nasional XXXI.
 
Sejumlah kuliner khas Semarang dan Jawa Tengah yang dapat menjadi pilihan antara lain :
- Lunpia.
- Tahu petis.
- Bandeng presto.
- Wingko babat.
- Moaci.
- Roti ganjel rel.
- Aneka jajanan pasar.
- Beragam makanan dan minuman dari UMKM binaan Kota Semarang.
 
Kehadiran kuliner khas tersebut bukan hanya memberikan pilihan konsumsi bagi pengunjung. Produk makanan juga dapat menjadi media promosi budaya dan identitas daerah.
 
MTQ Nasional XXXI di Semarang Bukan Sekadar Kompetisi Keagamaan
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menilai Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) di Indonesia telah berkembang jauh melampaui kompetisi membaca Al-Qur’an. MTQ kini menjadi bagian dari tradisi masyarakat yang digelar secara berjenjang, mulai dari tingkat lokal hingga nasional.
 
Besarnya partisipasi masyarakat terlihat dalam penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI di Semarang. Pada tahun ini, jumlah peserta disebut menjadi yang terbanyak sepanjang pelaksanaan MTQ Nasional. Kondisi tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap ajang keagamaan berskala nasional ini.
 
Pembukaan MTQ Nasional XXXI juga direncanakan dihadiri sedikitnya 17 gubernur. Sementara itu, sejumlah kepala daerah lainnya dijadwalkan hadir dengan diwakili oleh pejabat terkait.
 
Nasaruddin Umar turut mengapresiasi kesiapan Jawa Tengah sebagai tuan rumah MTQ Nasional XXXI. Ajang ini kembali digelar di Semarang setelah 47 tahun, sehingga menjadi momentum penting bagi daerah dalam menyambut peserta dan tamu dari berbagai wilayah Indonesia.
 
Menurut Nasaruddin, kehadiran banyak kepala daerah sejak Malam Taaruf menjadi sinyal positif bagi penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI. Antusiasme tersebut sekaligus memperkuat posisi MTQ sebagai kegiatan keagamaan yang memiliki nilai sosial dan kebersamaan bagi masyarakat.
 
MTQ Nasional XXXI Diharapkan Menggerakkan Ekonomi Lokal Semarang
 
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Abu Rokhmad mengatakan MTQ Nasional XXXI di Semarang memiliki sejumlah instrumen strategis yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Ajang ini tidak hanya menjadi sarana syiar dan meningkatkan pemahaman terhadap Al-Qur’an, tetapi juga berpotensi memberikan dampak ekonomi.
 
Menurut Abu Rokhmad, MTQ dapat menjadi instrumen pengembangan dan pemberdayaan ekonomi lokal. Potensi tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan pendukung yang melibatkan pelaku usaha dan masyarakat setempat.
 
Pemberdayaan ekonomi selama MTQ dapat dilakukan melalui ekspo UMKM, kunjungan pariwisata, kuliner, bazar, festival, hingga pasar rakyat yang mengutamakan produk lokal. Berbagai kegiatan tersebut dapat membuka peluang transaksi sekaligus memperkenalkan produk daerah kepada peserta dan pengunjung dari berbagai wilayah.
 
Pengalaman penyelenggaraan MTQ sebelumnya di Kendari menjadi salah satu contoh bahwa kegiatan berskala nasional dapat mendorong perputaran ekonomi daerah. Kehadiran peserta, pendamping, panitia, dan masyarakat dapat menciptakan permintaan terhadap berbagai kebutuhan selama acara berlangsung.
 
Dengan jumlah peserta dan pengunjung yang besar, MTQ Nasional XXXI di Semarang diharapkan memberikan efek serupa bagi perekonomian Kota Semarang. Pelaku UMKM, sektor kuliner, pariwisata, dan usaha berbasis produk lokal berpeluang memperoleh manfaat dari momentum penyelenggaraan MTQ tersebut.
 
Tantangan UMKM Semarang Setelah MTQ Nasional XXXI Berakhir
Besarnya jumlah peserta dan pengunjung MTQ Nasional XXXI di Semarang menjadi peluang besar bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar. Namun, tantangan berikutnya adalah mempertahankan konsumen setelah rangkaian kegiatan MTQ berakhir.
 
Promosi selama acara perlu dilanjutkan dengan strategi pemasaran yang berkelanjutan. UMKM harus memastikan kualitas produk, kemasan, kapasitas produksi, legalitas usaha, hingga pelayanan tetap terjaga agar konsumen yang diperoleh selama MTQ dapat menjadi pelanggan dalam jangka panjang.
 
Jika strategi tersebut berjalan baik, MTQ Nasional XXXI tidak hanya menjadi pasar sesaat bagi UMKM. Momentum ini dapat menjadi pintu masuk bagi pelaku usaha di Semarang dan daerah lain untuk mendapatkan pelanggan baru dari berbagai wilayah Indonesia.
 
Dengan melibatkan sekitar 150 UMKM dari 35 provinsi, MTQ Nasional XXXI di Semarang pada akhirnya tidak sekadar menjadi agenda keagamaan. Perhelatan ini juga mempertemukan syiar Al-Qur’an, budaya, pariwisata, ekonomi kreatif, kuliner, dan perdagangan dalam satu momentum nasional.
 
MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang menjadi kesempatan bagi UMKM Indonesia untuk tampil, memperkenalkan produk, mencari pasar baru, dan membangun jaringan bisnis yang lebih luas.
 
Kesimpulan
MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang tidak hanya menjadi momentum syiar dan kompetisi keagamaan, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk mendorong pertumbuhan UMKM, ekonomi kreatif, dan perekonomian daerah. Keterlibatan sekitar 150 UMKM dari 35 provinsi membuka peluang promosi, transaksi, perluasan jaringan, serta pemasaran produk unggulan Nusantara ke pasar yang lebih luas.
 
Dengan hadirnya sekitar 11 ribu kontingen, official, panitia, dan masyarakat, rangkaian MTQ memberikan potensi pasar yang besar bagi UMKM lokal maupun daerah. Berbagai kegiatan seperti pameran UMKM Nusantara, Semarang Halal Fest, bazar kuliner, fashion, batik, dan kerajinan semakin memperkuat peran MTQ sebagai wadah pertemuan antara budaya, agama, pariwisata, dan ekonomi.
 
Pemerintah juga mendorong peningkatan daya saing UMKM melalui sertifikasi halal, TKDN, kurasi produk, pelatihan, business matching, serta pembukaan akses pasar. Langkah tersebut penting agar manfaat MTQ tidak berhenti pada transaksi selama acara, tetapi berlanjut menjadi peluang bisnis dan pelanggan baru setelah kegiatan berakhir.
 
Dengan demikian, MTQ Nasional XXXI di Semarang menjadi momentum penting bagi UMKM untuk naik kelas dan menembus pasar nasional. Keberhasilan jangka panjangnya sangat bergantung pada kemampuan pelaku usaha mempertahankan kualitas, legalitas, kemasan, kapasitas produksi, dan strategi pemasaran secara berkelanjutan setelah perhelatan nasional tersebut selesai.
Baca Juga
Danar Food : Agen Bakso Ayam Terdekat dan Terpercaya untuk Kesuksesan Usaha Kuliner Anda
Danar Food : Agen Bakso Ayam Terdek ...

Admin Danar Food

11 jam yang lalu

Dimsum Keju Lumer Kekinian : Camilan Viral dengan Sensasi Renyah Gurih dan Creamy yang Bikin Nagih
Dimsum Keju Lumer Kekinian : Camila ...

Admin Danar Food

11 jam yang lalu

Dimsum Adalah Makanan Ringan dari Tiongkok : Sejarah, Jenis, Cara Membuat dan Peluang Bisnisnya
Dimsum Adalah Makanan Ringan dari T ...

Admin Danar Food

1 hari yang lalu

Roti Ring Premium di Dans KeiK : Nikmati Kelezatan Tradisional Semarang
Roti Ring Premium di Dans KeiK : Ni ...

Admin Danar Food

1 hari yang lalu

Jejak Sejarah Bakpao : Dari Persembahan Sungai di Tiongkok hingga Jajanan Populer Viral di Indonesia
Jejak Sejarah Bakpao : Dari Persemb ...

Admin Danar Food

2 hari yang lalu

Butuh Konsultasi? Silahkan Kontak Kami Kami Siap Membantu

Ada Pertanyan?